Total Tayangan Halaman
Tampilkan postingan dengan label AGAMA. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label AGAMA. Tampilkan semua postingan
Kamis, 25 Agustus 2011
Renungan MHC (Mutiara Hati dan Cinta)
Mata bs mlihat yg haram,telinga bs dengar ghibah.TAK HARUS JD BUTA/TULI/LUMPUH anggota tubuh ini spy bs jlani islam dgn benar.Yg penting qt tw cara membersihkan diri,sungguh2 mw memanajemen diri.Seorang petani mw tak mw harus berjibaku dgn lumpur kotor,tp dia tw waktunya mandi.Bayngkn bl lumpur dibawa2 ke tempat lain :) dia lupa bersih2.Nikmati sgala keindahan hidupmu yg pnting sungguh2 sadar ridha mw memperbaiki diri menuju proses ketaatan yg lbh baik kdepan, dgn tak menunda2 ikhtiarnya
Ksabaran itu memang sprti mobil yg jln diatas jln tak beraspal, org2 di dlmnya jenuh, badan sakit smua, kadang kursi sempit gak bs slonjoran sama skali, macetpula sprti mau lebaran :) TAPI dibalik itu mw tak mw jalan ini SLALU mencapai tujuan takdirnya, bruntunglah org yg diberi anugerah ini sampai batas akhir krn dia akan bersama waktu dmn bahagia ada namun qt TAK menundanya
Ketika cinta sang khaliq mrasuk dlm qalbu seorang hamba, rasa haru, tangis & smangat jalani hidup datang tiba2, kbahagiaan mencukupi dlm hati, langkahmu jd ringan, meski org bilang diatas terjal bebatuan, apalah arti dunia dibanding rindu akan kasihNya, memandang dgn iman, menyimpan rasa sampai kelak tiba mlihat wajahNya, dunia tak jd beban namun sprti kapas di tangan, wajahmu pancarkan keindahan dhien pd akhirnya.
Menunggu buka adalah satu knikmatan karena qt yakin akan ada masa pertolongan dlm waktu yg ditentukanNya. Ini karunia yg besar dari Allah, qt mampu tuk teguh dlm menunggu ridhaNya. Sbtulnya sama seperti saat qt bilang \"qt udh sabar !!\" sambil sewot ketika di uji dlm hidup, disitu qt sudah meragukan Allah tentang jln kluar yg dijanjikanNya, ini salah satu hikmah hari dlm berpuasa.
Ketika qt punya kamera/HP baru, qt jd seneng foto2. Cb klo qt punya Quran sprti itu, klo perlu beli yg baru jgn udh lusuh dibiarkan. Yg ada fasilitas tajwid/tafsir skarang udh banyak desain Quran yg bermacam fasilitas, kira2 NALURI KESUKAAN yg sblmnya suka foto2 bs ga terkonversi jd kesukaan bc Quran blajar agama dsb?Blm dicoba y? Artinya qt lalai dari pelajaran ini padahal qt sering gonta ganti HP atau baju baru
Ketika qt sdh biasa pdas maka cabai 1 tak cukup pdas tuk mmenuhi hasrat ingin pdas. Dmikian jg pahit jamu ktika qt sdh biasa sring minum tak kn trasa pahit sprti prtama kali minum.Dmikian Allah mndidik hambaNya dgn sgala khilaf qt, adanya dosa yg pahit & mengancam bs jd sbuah momentum diri jd lbh tahan pd skian banyak goncangan hidup tp HANYA ORG2 YG BERIMAN YG MW MENGAMBIL HIKMAH dr yg sederhana ini tanpa keluhan namun dgn snyum haru & syukur
Kabar gembira bg yg rindu akhirat “Barang siapa (diantara para suami) bersabar atas prilaku buruk istrinya, maka Allah AKAN MEMBERINYA pahala seperti yg Allah beri pd Nabi Ayyub alaihi salam atas KESABARANNYA menanggung penderitaan Dan barang siapa (diantara para istri) bersabar atas perilaku buruk suaminya maka Allah AKAN MEMBERINYA pahala seperti yg Allah berikan pd Asiyah istri firaun (HR. Nasai dan Ibnu Majah)
Masalah perut/lapar bs mnutup mata hati, ketika tercukupi dgn syarat hrs mengikuti nafsu si pemberi suap, qt jd buta, qt rela berteriak lantang, tuk menutup & menyulap ksalahan/kjahatan jd secarik kain putih. Kcuali org2 yg benar2 takwa, takkan rela mata hatinya ditutup demi dunia, menjual imannya tuk sjengkal urusan dunia, mari ridhakan hati qt tuk dilatih di bln Ramadhan ini spy jd bekal di 11 bln berikutnya
24 Jam prjlanan diberi 5x prhentian. Bs sbagai lampu stopan/restoran. Qt nilai sjauh mana taat pd aturan lalulintas hidup. Kcelakaan, sgala problemhidup karena TIDAK TAAT ATURAN. Lurus ngebut, belok tajam mepet, ujan ngebut lewat genangan nyipratin org jln kaki, lampumerah terobos, akibatnya hati kering, mata \"hati\" sakit lama2 buta, susah liat org lain susah takut diminta2. Senang lihat dirinya senang yg lain merana :)
Jumat, 19 Agustus 2011
Cara menghindari SANTET
Berbagai penelitian ilmiah telah dilakukan untuk meneliti Ilmu Hitam yang sering diidentikan dengan istilah santet, teluh, sihir atau apapun namanya yang diyakini sebagai ilmu dengan perantara mahluk halus.
Rujukan para peneliti adalah ayat kauniyah (alam semesta) dan tentunya menggunakan metode yang bersifat ilmiah yang diawali dengan mencari beberapa kasus santet, tipe-tipe santet, gejala, akibat, dan sebagainya. Kemudian dilakukan berbagai eksperimen untuk penyembuhannya. Salah satu kesimpulan dari penelitian ini menyatakan bahwa Ilmu Hitam termasuk santet dan sejenisnya adalah sebuah energi. Dalam beberapa kasus santet dalam tubuh korban santet bisa masuk paku, kalajengking, dll., semuanya dapat dijelaskan melalui materialisasi energi.
Beberapa ilmu hitam seperti santet ternyata diidentifikasi sebagai energi bermuatan negatif (-). Termasuk Bumi (planet tempat kita tinggal) ternyata bermuatan negatif. Dalam Hukum Coulomb yang dikemukakan oleh Charles Augustin Coulomb (1736-1806) yang berbunyi: Besar gaya tarik-menarik atau tolak-menolak antara dua benda yang bermuatan listrik sebanding dengan muatan masing-masing benda dan berbanding terbalik dengan kuadrat jarak antara kedua benda itu. Secara matematis ditulis dengan rumus:
F = k. (Q1.Q2) / r2
Keterangan :
F = Gaya tarik menarik atau gaya tolak menolak (N)
K = Konstanta atau tetapan (9 x 109 Nm2/C2)
Q1 = Muatan ke 1 (C)
Q1 = Muatan ke 2 (C)
r = Jarak kedua muatan (m)
Dari penjelasan tersebut diperoleh kesimpulan bahwa muatan sejenis akan saling tolak-menolak, sedangkan muatan berbeda jenis akan saling tarik menarik.
Karena ilmu hitam atau mahluk halus dan Bumi keduanya bermuatan negatif (-) makanya para mahluk halus tidakklah menyentuh Bumi. Orang tua dulu sering mengingatkan jika bicara pada malam hari dengan orang yang tidak dikenal lihatlah apakah kakinya menapak ke Bumi atau tidak. Jika tidak maka ia berarti mahluk halus :) .
Begitu juga dengan ilmu hitam – santet dan sejenisnya – ternyata bermuatan negatif (-) maka secara fisika bisa ditanggulangi atau ditangkal dengan hukum Coulomb.
Berikut ini adalah beberapa metode menurut hukum Coulomb – bisa juga digabungkan dengan beberapa metode lain – untuk menangkal ilmu hitam, santet, dan sejenisnya :
Cara 1
Tidurlah dilantai yang langsung menyentuh Bumi. Boleh menggunakan alas tidur asal tidak lebih dari 15 cm2. Dengan tidur dilantai maka santet kesulitan masuk karena terhalang muatan negatif (-) dari bumi.
Cara 2
Membuat alat elektronik yang mampu memancarkan gelombang bermuatan negatif (-). Mahluk halus, jin, santet, dan yang lainnya akan menjauh jika terkena getaran alat ini. Kelemahan alat ini tidak mampu mendeteksi mahluk baik dan jahat. Jadi, alat ini akan “menghajar” mahluk apa saja. Jika ada jin baik dan jin jahat maka keduanya akan “diusir” juga.
Cara 3
Melakukan gerakan senam khusus, telapak kaki harus menyentuh bumi. Gerakan senam yang hanya memiliki satu gerakan inti, jadi sangat mudah dilakukan oleh siapa saja. Selain untuk penyembuhan berbagai penyakit medis yang sulit sembuh, senam juga bisa menyelesaikan kasus seperti santet. Ini murni senam, tanpa mantra atau pernafasan khusus.
Cara 4
Menanam pohon atau tanaman yang memiliki muatan negatif (-). Bagi yang peka spiritual, aura tanaman ini adalah terasa “dingin”. Pohon yang memiliki muatan negatif (-) diantaranya: dadap, pacar air, kelor, bambu kuning, dan lain-lain.
Konon tanaman jenis ini paling tidak disukai mahluk halus. Biasanya tanaman bermuatan negatif (-) ini kekuatan akarnya kurang kuat bila dibandingkan dengan tanaman bermuatan positif (+).
Pohon-pohon yang bermuatan positif (+) seperti: pohon asem, beringin, belimbing, kemuning, alas randu, dan lain-lain, cenderung disukai mahluk halus yang bermuatan (-) karena muatannya berbeda (Hk. Coulomb). Wallahualam.
Minggu, 22 Mei 2011
Pendapat Toko-tokoh Non Muslim terhadap Al-Quran
1. Harry Gaylord Dormandalam buku “Towards Understanding lslam”, New York, 1948, p.3, berkata: “Kitab Qur’an ini adalah benar-benar sabda Tuhan yang didiktekan oleh Jibril, sempurna setiap hurufnya, dan merupakan suatu mukjizat yang tetap aktual hingga kini, untuk membuktikan kebenarannya dan kebenaran Muhammad.”
2. Prof. H. A. R. Gibb dalam buku “Mohammadanism”, London, 1953, p. 33, berkata sebagai berikut: “Nah, jika memang Qur’an itu hasil karyanya sendiri, maka orang lain dapat menandinginya. Cobalah mereka mengarang sebuah ungkapan seperti itu. Kalau sampai mereka tidak sanggup dan boleh dikatakan mereka pasti tidak mampu, maka sewajarnyalah mereka menerima Qur’an sebagai bukti yang kuat tentang mukjizat.”
3. Sir William Muir dalam buku “The Life of Mohamet”, London, 1907; p. VII berkata sebagai berikut: “Qur’an adalah karya dasar Agama Islam. Kekuasaannya mutlak dalam segala hal, etika dan ilmu pengetahuan…”
4. DR. John William Draper dalam buku “A History of the intelectual Development in Europe”, London, 1875, jilid 1 , p. 343-344, berkata: “Qur’an mengandung sugesti-sugesti dan proses moral yang cemerlang yang sangat berlimpah-limpah; susunannya demikian fragmenter, sehingga kita tidak dapat membuka satu lembaran tanpa menemukan ungkapan-ungkapan yang harus diterima olehsekalian orang. Susunan fragmenter ini, mengemukakan teks-teks, moto dan peraturan- peraturan yang sempurna sendirinya, sesuai bagi setiap orang untuk setiap peristiwa dalam hidup.”
5. DR. J. Shiddily dalam buku “The Lord Jesus in the Qur’an”, p. 111 , berkata: “Qur’an adalah Bible kaum Muslimin dan lebih dimuliakan dari kitab suci yang manapun, lebih dari kitab Perjanjian Lama dan kitab perjanjian Baru.”
6. Laura Vaccia Vaglieri dalam buku “Apologie de I’Islamism, p. 57 berkata: “Dalam keseluruhannya kita dapati dalam kitab ini, suatu koleksi tentang kebijaksanaan yang dapat diperoleh oleh orang-orang yang paling cerdas, filosof-filosof yang terbesar dan ahli-ahli politik yang paling cakap… Tetapi ada bukti lain tentang sifat Ilahi dalam Qur’an, adalah suatu kenyataan bahwa Qur’an itu tetap utuh melintasi masa-masa sejak turunnya wahyu itu hingga pada masa kini…Kitab ini dibaca berulang-ulang oleh orang yang beriman dengan tiada jemu-jemunya. Keistimewaannya pula, Qur’an senantiasa dipelajari/dibaca oleh anak-anak sejak sekolah tingkat dasar hingga tingkat Profesor. “
“Sebaliknya malah karena diulang- ulang ia makin dicintai sehari demi sehari. Qur’an membangkitkan timbulnya perasaan penghormatan dan respek yang mendalam, pada diri orang yang membaca dan mendengarkannya…. Oleh karena itu bukan dengan jalan paksaan atau dengan senjata, tidak pula dengan tekanan mubaligh-mubaligh yang menyebabkan penyiaran Isiam besar dan cepat, tetapi oleh kenyataan bahwa kitab ini, yang diperkenalkan kaum Muslimin kepada orang-orang yang ditaklukkan dengan kebebasan untuk menerima atau menolaknya adalah kitab Tuhan. Kata yang benar, mukjizat terbesar yang dapat diperlihatkan Muhammad kepada orang yang ragu dan kepada orang yang tetap berkeras kepala.”
7. Prof. A. J. Amberry, dalam buku “De Kracht van den Islam”, hlm. 38, berkata: “Qur’an ditulis dengan gaya tak menentu dan tidak teratur, yang menunjukkan bahwa penulisnya di atas segala hukum-hukum pengarang manusia.”
8. G. Margoliouth dalam buku “Introduction to the Koran” (kata pendahuluan untuk buku J. M. H. Rodwell), London, 1918, berkata: “Diakui bahwa Our’an itu mempunyai kedudukan yang penting diantara kitab-kitab Agama di dunia. Walau kitab ini merupakan yang terakhir dari kitab-kitab yang termasuk dalam kesusasteraan ini, ia tidak kalah dari yang mana pun dalam effeknya yang mengagumkan, yang telah ditimbulkannya terhadap sejumlah besar manusia yang telah menciptakan suatu phase kemajuan manusia dan satu tipe karakter yang segar.”
9. George Sale dalam buku “Joseph Charles Mardrus-Premilinary Discourse”, berkata: “Di seluruh dunia diakui bahwa Qur’an tertulis dalam bahasa Arab dengan gaya yang paling tinggi, paling murni….diakui sebagai standard bahasa Arab… dan tak dapat ditiru oleh pena manusia… Oleh karena itu diakui sebagai mukjizat yang besar, lebih besar daripada membangkitkan orang mati, dan itu saja sudah cukup untuk meyakinkan dunia bahwa kitab itu berasal dari Tuhan.”
10. E. Denisen Ross dari “Introduction to the Koran-George Sale”, p. 5, berkata: “Qur’an memegang peranan yang lebih besar terhadap kaum Muslimin daripada peranan Bible dalam agama Kristen. Ia bukan saja merupakan sebuah kitab suci dari kepercayaan mereka, tetapi juga merupakan text book dari upacara agamanya dan prinsip-prinsip hukum kemasyarakatan…..Sungguh sebuah kitab seperti ini patut dibaca secara meluas di Barat, terutama di masa-masa ini, di mana ruang dan waktu hampir telah dipunahkan oleh penemuan-penemuan modern.”
11. James A. Michener dalam “Islam the Misunderstood Religion Readers Digest”, Mei 1955, berkata sebagai berikut: “Berita Qur’an inilah yang mengusir patung-patung dewa, dan memberikan ilham kepada manusia untuk merevolusikan hidup dan bangsa mereka…. Kombinasi antara persembahan kepada Satu Tuhan ditambah dengan perintah prakteknya yang membuat Qur’an menjadi khas. Bangsa yang beragama di Timur yakin bahwa negara mereka hanya akan diperintah dengan baik apabila hukum-hukumnya sejalan dengan Qur’an.
12. W.E. Hocking dalam “Spirit of World Politics New York 32″, p. 461 , berkata: “…saya merasa benar dalam penegasan saya, bahwa Qur’an berisi amat banyak prinsip-prinsip yang diperlukan untuk pertumbuhannya sendiri. Sesungguhnya dapat dikatakan bahwa hingga pertengahan abad ke-13, Islamlah pembawa segala apa yang tumbuh yang dapat dibanggakan oleh dunia Barat.”
13. Napoleon Bonaparte
a. Dari “Stanislas Cuyard-Ency des Sciences Religioses”, Paris, 1880, jilid IX, p. 501 berkata sebagai berikut: ” Selama abad-abad pertengahan, sejarah Islam peradaban sepenuhnya. Berkat keuletan kaum Musliminlah maka ilmu pengetahuan dan falsafah Yunani tertolong dari kebinasaan, dan kemudian datang membangunkan dunia Barat serta membangkitkan gerakan intelektual sampai pada pembaruan Bacon. Dalam abad ke-7 dunia lama itu sedang dalam sakaratulmauit. Muharnmad memberi kepada mereka sebuah Qur’an yang rnerupakan titik tolak ke arah dunia baru.”
b. Dari buku “Bonaparte et I’Islarn oleh Cherlifs, Paris, p. 105, berkata sebagai berikut: “I hope the time is not far off when I shall be able to unite all the wise and educated men of all the countries and establish a uniform regime based on the prinsiples of the Qur’an wich alone can lead men to happiness.
Artinya:
Saya meramalkan bahwa tidak lama lagi akan dapat dipersatukan semua manusia yang berakal dan berpendidikan tinggi untuk memajukan satu kesatuan kekuasaan yang berdasarkan prinsip-prinsip ajaran Islam, karena hanyalah Qur’an itu satu-satunya kebenaran yang mampu memimpin manusia kepada kebahagiaan.
Sabtu, 02 April 2011
Islam Jalan Kami
Islam Jalan Kami
Pengertian Ad-Dien Islam
Secara bahasa makna Islam adalah :
1. Istislam : menyerahkan diri (QS. Ali Imran : 83)
2. As-Salam : keselamatan (QS. Al-Maidah : 16)
3. As-Silmi : damai (QS.Al-Baqarah : 208)
4. As-Salim : bersih (QS.Asy Syu’araa’ : 88-89)
Secara terminologis, menurut Said Hawwa dalam bukunya Al-Islam, Al-Islam adalah “menerima segala perintah dan larangan Allah SWT, yang telah diwahyukan kepada para nabi dan rasul.”
Pilar-Pilar Islam
1. Aqidah (QS. Al Baqarah : 285)
Memberikan petunjuk kepada manusia tentang keimanan pada Allah SWT, iman kepada para malaikat, kitab-kitab suci, para nabi serta hari akhir.
2. Ibadah (QS. Adz-Dzariyat : 56)
Tugas manusia di muka bumi tidak lain adalah untuk beribadah kepada Allah semata.
3. Akhlaq (QS. Qalam : 4)
Allah menjadikan Nabi Muhammad SAW sebagai teladan bagi manusia
4. Perundang – undangan (QS. An-Nisa : 176)
Allah telah menetapkan dalam kitab-Nya hal-hal yang halal, haram, mubah, dan lain-lain.
Karakteristik Dienul Al-Islam
1. Rabbaniyah : bersumber langsung dari Allah SWT.
Islam bukan rekayasa manusia, melainkan 100% merupakan manhaj Rabbani. Segi aqidah, ibadah, adab susila, moral, syariat dan peraturannya itu semuanya bersumber dari Allah SWT. (QS. Al An’aam : 115).
2. Insaniyah ‘Alamiyah : humanisme yang bersifat universal.
Islam ditampilkan sebagai cahaya petunjuk bagi seluruh umat manusia, bukan hanya untuk suatu kaum atau golongan tertentu. (QS. Saba’: 28)
3. Syaamil Mutakamil : integral menyeluruh dan sempurna.
Islam membicarakan seluruh sisi kehidupan manusia, dari mulai masalah atau pekerjaan yang kecil sampai yang sangat besar sekalipun, dan Islam memformat dengan sempurna melalui pengaturannya serta menerangkan hukumnya. (QS.An-Nahl : 89)
4. Al-Basathoh : mudah.
Islam merupakan solusi bagi berbagai macam permasalahan, bukan untuk membebani manusia dengan suatu kewajiban.(QS.Al-Baqarah : 286)
5. Al-‘Adalah : keadilan.
Al Islam datang untuk menegakkan keadilan secara mutlak. (QS. Al-Maidah : 8)
6. Tawazun : keseimbangan.
Al Islam dan seluruh ajarannya mengajarkan untuk senantiasa menjaga keseimbangan antara kepentingan pribadi dan kepentingan umum, antara jasad dan ruh, serta antara dunia dan akhirat. (QS.AL Qashash : 77)
7. Tsabat wa Murunah : perpaduan antara keteguhan prinsip dan fleksibelitas.
Tsabat artinya tidak berubah oleh apapun dan murunah artinya menerima perubahan sepanjang tidak menyimpang dari batas syariat. Tsabat pada pokok-pokok dan tujuannya. Murunah pada cabang-cabang dan sarana-sarana serta cara-caranya (sarana dan prasarana).
Tujuan Al Islam
1. Membangun individu yang shaleh.
2. Membangun keluarga yang shaleh.
3. Membangun masyarakat yang shaleh.
4. Membangun umat yang shaleh.
5. Membangun baldatun thayyibatun wa rabun ghafur.
6. Dakwah (seruan) kepada kebaikan umat manusia (QS. Al Anbiyaa : 107).
Pengertian Ad-Dien Islam
Secara bahasa makna Islam adalah :
1. Istislam : menyerahkan diri (QS. Ali Imran : 83)
2. As-Salam : keselamatan (QS. Al-Maidah : 16)
3. As-Silmi : damai (QS.Al-Baqarah : 208)
4. As-Salim : bersih (QS.Asy Syu’araa’ : 88-89)
Secara terminologis, menurut Said Hawwa dalam bukunya Al-Islam, Al-Islam adalah “menerima segala perintah dan larangan Allah SWT, yang telah diwahyukan kepada para nabi dan rasul.”
Pilar-Pilar Islam
1. Aqidah (QS. Al Baqarah : 285)
Memberikan petunjuk kepada manusia tentang keimanan pada Allah SWT, iman kepada para malaikat, kitab-kitab suci, para nabi serta hari akhir.
2. Ibadah (QS. Adz-Dzariyat : 56)
Tugas manusia di muka bumi tidak lain adalah untuk beribadah kepada Allah semata.
3. Akhlaq (QS. Qalam : 4)
Allah menjadikan Nabi Muhammad SAW sebagai teladan bagi manusia
4. Perundang – undangan (QS. An-Nisa : 176)
Allah telah menetapkan dalam kitab-Nya hal-hal yang halal, haram, mubah, dan lain-lain.
Karakteristik Dienul Al-Islam
1. Rabbaniyah : bersumber langsung dari Allah SWT.
Islam bukan rekayasa manusia, melainkan 100% merupakan manhaj Rabbani. Segi aqidah, ibadah, adab susila, moral, syariat dan peraturannya itu semuanya bersumber dari Allah SWT. (QS. Al An’aam : 115).
2. Insaniyah ‘Alamiyah : humanisme yang bersifat universal.
Islam ditampilkan sebagai cahaya petunjuk bagi seluruh umat manusia, bukan hanya untuk suatu kaum atau golongan tertentu. (QS. Saba’: 28)
3. Syaamil Mutakamil : integral menyeluruh dan sempurna.
Islam membicarakan seluruh sisi kehidupan manusia, dari mulai masalah atau pekerjaan yang kecil sampai yang sangat besar sekalipun, dan Islam memformat dengan sempurna melalui pengaturannya serta menerangkan hukumnya. (QS.An-Nahl : 89)
4. Al-Basathoh : mudah.
Islam merupakan solusi bagi berbagai macam permasalahan, bukan untuk membebani manusia dengan suatu kewajiban.(QS.Al-Baqarah : 286)
5. Al-‘Adalah : keadilan.
Al Islam datang untuk menegakkan keadilan secara mutlak. (QS. Al-Maidah : 8)
6. Tawazun : keseimbangan.
Al Islam dan seluruh ajarannya mengajarkan untuk senantiasa menjaga keseimbangan antara kepentingan pribadi dan kepentingan umum, antara jasad dan ruh, serta antara dunia dan akhirat. (QS.AL Qashash : 77)
7. Tsabat wa Murunah : perpaduan antara keteguhan prinsip dan fleksibelitas.
Tsabat artinya tidak berubah oleh apapun dan murunah artinya menerima perubahan sepanjang tidak menyimpang dari batas syariat. Tsabat pada pokok-pokok dan tujuannya. Murunah pada cabang-cabang dan sarana-sarana serta cara-caranya (sarana dan prasarana).
Tujuan Al Islam
1. Membangun individu yang shaleh.
2. Membangun keluarga yang shaleh.
3. Membangun masyarakat yang shaleh.
4. Membangun umat yang shaleh.
5. Membangun baldatun thayyibatun wa rabun ghafur.
6. Dakwah (seruan) kepada kebaikan umat manusia (QS. Al Anbiyaa : 107).
ASAL MULA NAMA YESUS
Dari mana bibit ide Ketuhanan Yesus itu?
Ide itu berasal dari paham penyembah berhala bahwa Tuhan beranak pinak di bumi. Diberbagai wilayah dan kota-kota besar di kerajaan Romawi di luar Palestina orang menyembah "Tuhan beserta keluarganya",
Mulai dari Tuhan tiga sampai ratusan. Mereka menganggap bahwa setiap tindakan Tuhan menjadi oknum lain di samping Tuhan. Misalnya firman Tuhan menjadi oknum lain (Anak Allah) yang namanya Yesus. Tindakan Tuhan memberi hidup, menjadi oknum lain yang namanya Roh Kudus.
Siapa pencetus ide "Anak Allah (Tuhan)"?
Ide Anak Tuhan merupakan hal yang lumrah di masyarakat Yahudi. Mereka menganggap bahwa bangsa Israel adalah "Anak-anak Tuhan". Bagi mereka istilah "Anak Tuhan" bukan untuk individu. "Anak-anak Tuhan" dalam pengertian individu merupakan paham penyembah berhala yang menganggap bahwa Tuhan beranak di dunia. (Tillich 1968)
Paulus yang menganggap Yesus lahir melalui intervensi Roh Kudus, memperkenalkannya kepada para penyembah berhala di kerajaan Romawi sebagai "Anak Tuhan (Allah)".
"Jawab malaikat itu kepadanya: `Roh Kudus akan turun atasmu dan Kuasa Allah yanq Maha Tinqqi akan menaunqi engkau; sebab itu anak yang akan kau lahirkan akan disebut kudus, Anak Allah" (Lukas 1:35).
"Ketika itu juga ia memberitakan Yesus di rumah-rumah ibadat, dan mengatakan bahwa Yesus adalah Anak Allah" (Kisah Para Rasul 9:20)
Pekerjaan Paulus yang mulai merusak ajaran Tauhid yang diajarkan Yesus ini dikutuk oleh Allah dalam surah Maryam 19:88-92:
"Dan mereka berkata: 'Tuhan Yang Maha Pemurah mengambil (mempunyai) anak'. Sesungguhnya kamu telah mendatangkan sesuatu perkara yang sangat munqkar. Hampir-hampir lagit pecah karena ucapan itu, dan bumi belah, dan gunung-gunung runtuh, karena mereka mendakwa Allah Yanq Pemurah mempunyai anak" (Surah Maryam 19:88-92)
Apa arti "Anak Tunggal Allah (Tuhan)"?
Umat Kristen dengan bangga menjelaskan bahwa Yesus diperanakkan bukan dicipta. Menurut mereka, semua mahluk dicipta oleh Tuhan, demikian pula Nabi Adam. Tetapi Yesus lahir dari intervensi Roh Kudus yang datang menaungi perawan Maria sehingga hamil. Dari berbagai legenda, Tuhan menghamili seorang perempuan hanya sekali, sehingga disetiap zaman hanya ada seorang Anak Tuhan (anak tunggal).
"Jawab malaikat itu kepadanya: 'Roh Kudus akan turun atasmu dan Kuasa Allah yang Maha Tinggi akan menaungi engkau; sebab itu anak yang akan kau lahirkan akan disebut kudus, Anak Allah" (Lukas 1:35).
Apakah anak Allah (Tuhan) setara dengan Allah (Tuhan)?
Dalam filsafat Yunani, kedudukan Anak Tuhan dan dewa-dewa lainnya lebih rendah dari Tuhan. Sesuai ajaran filsafat Yunani, ketika Tuhan yang suci tidak dapat berhubungan dan menyelamatkan dunia serta manusia yang berdosa, dia mengirim anaknya atau dewa lain untuk mengatasi persoalan di dunia. Para pemimpin Gereja yang bermaksud untuk menaikkan kedudukan Yesus sebagai Anak Allah (Tuhan) agar setara dengan Tuhan Bapa menghadapi berbagai kendala.
Pertama, karena Bapa bukan Anak dan Anak bukan Bapa sehingga secara otomatis bapa memiliki kekuasaan untuk memerintahkan Anak, tetapi tentu anak tiada punya kuasa untuk memerintahkan Bapa.
Kedua, karena Bapa bukan Anak dan Anak bukan Bapa, ada suatu saat dimana Bapa sudah ada, sedangkan Anak belum ada. Kalau kedua-duanya sama-sama ada, tentu tidak ada Bapa dan Anak, saudara pun tidak.
"....AnakKu Enqkau! Aku telah memperanakkan Engkau pada hari ini". (Kis. 13:33)
Ayat di atas memperlihatkan bahwa kemarin Bapa sudah ada, sedangkan Anak belum ada. Jadi pernyataan Hamran Ambrie dalam bukunya "Keilahian Yesus Kristus dan Allah Tritunggal Yang Esa", ha1.116 yang mengatakan: "Tidak ada yang terdahulu atau terkemudian diantara satu dengan yang lainya", adalah tidak benar.
Ketiga, karena para pemimpin Gereja mengatakan bahwa Bapa 100% Tuhan, sedangkan Anak (Yesus) adalah 100% Tuhan dan sekaligus 100% manusia sehingga keduanya tidak sama atau setara.
Jumat, 01 April 2011
Pacaran Dalam Islam
Pacaran dalam Islam
Gimana sich sebenernya pacaran itu, enak ngga' ya? Bahaya ngga' ya ? Apa bener pacaran itu harus kita lakukan kalo mo nyari pasangan hidup kita ? Apa memang bener ada pacaran yang Islami itu, dan bagaimana kita menyikapi hal itu?
Memiliki rasa cinta adalah fitrah
Ketika hati udah terkena panah asmara, terjangkit virus cinta, akibatnya...... dahsyat man...... yang diinget cuma si dia, pengen selalu berdua, akan makan inget si dia, waktu tidur mimpi si dia. Bahkan orang yang lagi fall in love itu rela ngorbanin apa aja demi cinta, rela ngelakuin apa aja demi cinta, semua dilakukan agar si dia tambah cinta. Sampe' akhirnya....... pacaran yuk. Cinta pun tambah terpupuk, hati penuh dengan bunga. Yang gawat lagi, karena pengen bukti'in cinta, bisa buat perut buncit (hamil). Karena cinta diputusin bisa minum baygon. Karena cinta ditolak .... dukun pun ikut bertindak.
Sebenarnya manusia secara fitrah diberi potensi kehidupan yang sama, dimana potensi itu yang kemudian selalu mendorong manusia melakukan kegiatan dan menuntut pemuasan. Potensi ini sendiri bisa kita kenal dalam dua bentuk. Pertama, yang menuntut adanya pemenuhan yang sifatnya pasti, kalo ngga' terpenuhi manusia bakalan binasa. Inilah yang disebut kebutuhan jasmani (haajatul 'udwiyah), seperti kebutuhan makan, minum, tidur, bernafas, buang hajat de el el. Kedua, yang menuntut adanya pemenuhan aja, tapi kalo' kagak terpenuhi manusia ngga' bakalan mati, cuman bakal gelisah (ngga' tenang) sampe' terpenuhinya tuntutan tersebut, yang disebut naluri atau keinginan (gharizah). Kemudian naluri ini di bagi menjadi 3 macam yang penting yaitu :
Gharizatul baqa' (naluri untuk mempertahankan diri) misalnya rasa takut, cinta harta, cinta pada kedudukan, pengen diakui, de el el.
Gharizatut tadayyun (naluri untuk mensucikan sesuatu/ naluri beragama) yaitu kecenderungan manusia untuk melakukan penyembahan/ beragama kepada sesuatu yang layak untuk disembah.
Gharizatun nau' (naluri untuk mengembangkan dan melestarikan jenisnya) manivestasinya bisa berupa rasa sayang kita kepada ibu, temen, sodara, kebutuhan untuk disayangi dan menyayangi kepada lawan jenis.
Pacaran dalam perspektif islam
In fact, pacaran merupakan wadah antara dua insan yang kasmaran, dimana sering cubit-cubitan, pandang-pandangan, pegang-pegangan, raba-rabaan sampai pergaulan ilegal (seks). Islam sudah jelas menyatakan: "Dan janganlah kamu mendekati zina; sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji dan suatu jalan yang buruk." (Q. S. Al Isra' : 32)
Seringkali sewaktu lagi pacaran banyak aktivitas laen yang hukumnya wajib maupun sunnah jadi terlupakan. Sampe-sampe sewaktu sholat sempat teringat si do'i. Pokoknya aktivitas pacaran itu dekat banget dengan zina. So....kesimpulannya PACARAN ITU HARAM HUKUMNYA, and kagak ada legitimasi Islam buatnya, adapun beribu atau berjuta alasan tetep aja pacaran itu haram.
Adapun resep nabi yang diriwayatkan oleh Abdullah bin Mas'ud: "Wahai generasi muda, barang siapa di antara kalian telah mampu seta berkeinginan menikah. Karena sesungguhnya pernikahan itu dapat menundukkan pandangan mata dan memelihara kemaluan. Dan barang siapa diantara kalian belum mampu, maka hendaklah berpuasa, karena puasa itu dapat menjadi penghalang untuk melawan gejolak nafsu."(HR. Bukhari, Muslim, Ibnu Majjah, dan Tirmidzi).
Jangan suka mojok atau berduaan ditempat yang sepi, karena yang ketiga adalah syaiton. Seperti sabda nabi: "Janganlah seorang laki-laki dan wanita berkhalwat (berduaan di tempat sepi), sebab syaiton menemaninya, janganlah salah seorang dari kalian berkhalwat dengan wanita, kecuali disertai dengan mahramnya." (HR. Imam Bukhari Muslim).
Dan untuk para muslimah jangan lupa untuk menutup aurotnya agar tidak merangsang para lelaki. Katakanlah kepada wanita yang beriman: "Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan memelihara kemaluannya, dan janganlah mereka menampakkan perhiasannya, kecuali yang (biasa) nampak daripadanya. Dan hendaklah mereka menutupkan kain kudung ke dadanya, dan janganlah menampakkan perhiasannya." (Q. S. An Nuur : 31).
Dan juga sabda Nabi: "Hendaklah kita benar-benar memejakamkan mata dan memelihara kemaluan, atau benar-benar Allah akan menutup rapat matamu."(HR. Thabrany).
Yang perlu di ingat bahwa jodoh merupakan QADLA' (ketentuan) Allah, dimana manusia ngga' punya andil nentuin sama sekali, manusia cuman dapat berusaha mencari jodoh yang baik menurut Islam. Tercantum dalam Al Qur'an: "Wanita-wanita yang keji adalah untuk laki-laki yang keji, dan laki-laki yang keji adalah buat wanita-wanita yang keji (pula), dan wanita-wanita yang baik adalah untuk laki-laki yang baik, dan laki-laki yang baik adalah untuk wanita-wanita yang baik (pula). Mereka (yang dituduh) itu bersih dari apa yang dituduhkan oleh mereka (yang menuduh itu). Bagi mereka ampunan dan rezki yang mulia (surga)."
Wallahu A'lam bish-Showab
Gimana sich sebenernya pacaran itu, enak ngga' ya? Bahaya ngga' ya ? Apa bener pacaran itu harus kita lakukan kalo mo nyari pasangan hidup kita ? Apa memang bener ada pacaran yang Islami itu, dan bagaimana kita menyikapi hal itu?
Memiliki rasa cinta adalah fitrah
Ketika hati udah terkena panah asmara, terjangkit virus cinta, akibatnya...... dahsyat man...... yang diinget cuma si dia, pengen selalu berdua, akan makan inget si dia, waktu tidur mimpi si dia. Bahkan orang yang lagi fall in love itu rela ngorbanin apa aja demi cinta, rela ngelakuin apa aja demi cinta, semua dilakukan agar si dia tambah cinta. Sampe' akhirnya....... pacaran yuk. Cinta pun tambah terpupuk, hati penuh dengan bunga. Yang gawat lagi, karena pengen bukti'in cinta, bisa buat perut buncit (hamil). Karena cinta diputusin bisa minum baygon. Karena cinta ditolak .... dukun pun ikut bertindak.
Sebenarnya manusia secara fitrah diberi potensi kehidupan yang sama, dimana potensi itu yang kemudian selalu mendorong manusia melakukan kegiatan dan menuntut pemuasan. Potensi ini sendiri bisa kita kenal dalam dua bentuk. Pertama, yang menuntut adanya pemenuhan yang sifatnya pasti, kalo ngga' terpenuhi manusia bakalan binasa. Inilah yang disebut kebutuhan jasmani (haajatul 'udwiyah), seperti kebutuhan makan, minum, tidur, bernafas, buang hajat de el el. Kedua, yang menuntut adanya pemenuhan aja, tapi kalo' kagak terpenuhi manusia ngga' bakalan mati, cuman bakal gelisah (ngga' tenang) sampe' terpenuhinya tuntutan tersebut, yang disebut naluri atau keinginan (gharizah). Kemudian naluri ini di bagi menjadi 3 macam yang penting yaitu :
Gharizatul baqa' (naluri untuk mempertahankan diri) misalnya rasa takut, cinta harta, cinta pada kedudukan, pengen diakui, de el el.
Gharizatut tadayyun (naluri untuk mensucikan sesuatu/ naluri beragama) yaitu kecenderungan manusia untuk melakukan penyembahan/ beragama kepada sesuatu yang layak untuk disembah.
Gharizatun nau' (naluri untuk mengembangkan dan melestarikan jenisnya) manivestasinya bisa berupa rasa sayang kita kepada ibu, temen, sodara, kebutuhan untuk disayangi dan menyayangi kepada lawan jenis.
Pacaran dalam perspektif islam
In fact, pacaran merupakan wadah antara dua insan yang kasmaran, dimana sering cubit-cubitan, pandang-pandangan, pegang-pegangan, raba-rabaan sampai pergaulan ilegal (seks). Islam sudah jelas menyatakan: "Dan janganlah kamu mendekati zina; sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji dan suatu jalan yang buruk." (Q. S. Al Isra' : 32)
Seringkali sewaktu lagi pacaran banyak aktivitas laen yang hukumnya wajib maupun sunnah jadi terlupakan. Sampe-sampe sewaktu sholat sempat teringat si do'i. Pokoknya aktivitas pacaran itu dekat banget dengan zina. So....kesimpulannya PACARAN ITU HARAM HUKUMNYA, and kagak ada legitimasi Islam buatnya, adapun beribu atau berjuta alasan tetep aja pacaran itu haram.
Adapun resep nabi yang diriwayatkan oleh Abdullah bin Mas'ud: "Wahai generasi muda, barang siapa di antara kalian telah mampu seta berkeinginan menikah. Karena sesungguhnya pernikahan itu dapat menundukkan pandangan mata dan memelihara kemaluan. Dan barang siapa diantara kalian belum mampu, maka hendaklah berpuasa, karena puasa itu dapat menjadi penghalang untuk melawan gejolak nafsu."(HR. Bukhari, Muslim, Ibnu Majjah, dan Tirmidzi).
Jangan suka mojok atau berduaan ditempat yang sepi, karena yang ketiga adalah syaiton. Seperti sabda nabi: "Janganlah seorang laki-laki dan wanita berkhalwat (berduaan di tempat sepi), sebab syaiton menemaninya, janganlah salah seorang dari kalian berkhalwat dengan wanita, kecuali disertai dengan mahramnya." (HR. Imam Bukhari Muslim).
Dan untuk para muslimah jangan lupa untuk menutup aurotnya agar tidak merangsang para lelaki. Katakanlah kepada wanita yang beriman: "Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan memelihara kemaluannya, dan janganlah mereka menampakkan perhiasannya, kecuali yang (biasa) nampak daripadanya. Dan hendaklah mereka menutupkan kain kudung ke dadanya, dan janganlah menampakkan perhiasannya." (Q. S. An Nuur : 31).
Dan juga sabda Nabi: "Hendaklah kita benar-benar memejakamkan mata dan memelihara kemaluan, atau benar-benar Allah akan menutup rapat matamu."(HR. Thabrany).
Yang perlu di ingat bahwa jodoh merupakan QADLA' (ketentuan) Allah, dimana manusia ngga' punya andil nentuin sama sekali, manusia cuman dapat berusaha mencari jodoh yang baik menurut Islam. Tercantum dalam Al Qur'an: "Wanita-wanita yang keji adalah untuk laki-laki yang keji, dan laki-laki yang keji adalah buat wanita-wanita yang keji (pula), dan wanita-wanita yang baik adalah untuk laki-laki yang baik, dan laki-laki yang baik adalah untuk wanita-wanita yang baik (pula). Mereka (yang dituduh) itu bersih dari apa yang dituduhkan oleh mereka (yang menuduh itu). Bagi mereka ampunan dan rezki yang mulia (surga)."
Wallahu A'lam bish-Showab
Macam-macam do'a iftitah
Rasulullooh s.a.w. memulai bacaan sesudah takbir dengan do’a do’a yang BERANEKA RAGAM yang didalamnya mengandung puja-puji kepada Allah SWT. Beliau s.a.w. bersabda:
Tidaklah sempurna sholat seseorang di antara manusia, sehingga ia bertakbir, memuji Allah dan memujaNya serta membaca apa yang mudah baginya dari ayat-ayat Al-Qur’an…. (Abu Dawud dan Al-Hakim dan disahihkan oleh Adz-Dzahabi).
Diantara macam-macam do’a iftitah yang dibaca Rasulullooh s.a.w. adalah :
(Lafal arabic ditulis berdasarkan CARA MEMBACA/BUNYI BACAAN mengikuti aturan /Tajwid dalam METODA IQRO-Indonesia: MOHON DIKOREKSI KESALAHAN-KESALAHANNYA)
1. Alloohumma baa’id-bainii wabaina kho-thoo-yaaya kamaa baa’adta bainal-masy-riqi walmagh-ribi. Alloohumma naq-qinii min kho-thooyaaya kamaa yung-qots-tsawbul-ab-yadhu minad-danasi. Alloohummagh-silnii min khothooyaaya bil-maa-i wats-tsalij walbarodi. Wakaana yaquuluhu fil-fardhi. (Ya Allah, jauhkanlah antara aku dan kesalahan-kesalahanku, sebagaimana Engkau menjauhkan antara Timur dan Barat. Ya Allah, sucikanlah aku dari kesalahan-kesalahanku, sebagaimana kain putih dibersihkan dari noda. Ya Allah, bersihkanlah aku dari kesalahan-kesalahanku dengan air, dengan salju dan embun. Do’a ini dibaca dalam sholat wajib. (Bukhori, Muslim dan Ibnu Abi Syaibah).
2. Sub-haanaka Alloohumma wabiham-dika watabaa-rokas-muka wata’aalaa jad-duka walaa ilaaha ghoi-ruka. (Ya Allooh, aku mensucikan Engkau, dan senantiasa memuji Engkau, nama Engkau selalu bertambah berkahnya dan keagunganMu selalu bertambah tinggi, dan tidak ada Tuhan selain dari pada Engkau. (Abu Dawud dan Hakim disahihkan oleh Adz-Dzahabi).
Dalam riwayat lain Rosulullooh s.a.w. bersabda, Sesungguhnya ucapan yang paling disukai oleh Allah adalah apabila seorang hamba mengucapkan : Sub-haanaka Alloohumma….. seterusnya sama dengan nomor 2. (Ibnu Mandah –> sahih; Nasa’i —>mauquf dan marfu’).
3. Sama dengan nomor 2. Dan di dalam sholat lail/malam, beliau s.a.w. menambahkan dengan :
Laaa ilaaha illalloohu (3x); Alloohu Akbaru kabiiroo (3x). Tidak ada illah selain Allah (3x), Allah Maha Besar lagi sempurna kebesaranNya (3x). (Abu Dawud dan Ath-Thohawi —> hasan).
4. Alloohu akbaru kabiiroo, wal-hamdu-lillaahi ka-tsiiroo, wasub-haanalloohi buk-rotaw-wa-ashiilaa. (Allooh Maha Besar lagi sempurna kebesaranNya, segala puji bagi Allah sebanyak-banyaknya dan Maha Suci Allah pagi dan petang hari). Seorang laki-laki di antara para sahabat mengucapkan do’a ini, lalu Rosulullooh s.a.w. bersabda, “Aku kagum dengannya dan dibukanya pintu-pintu langit dengannya. (Muslim dan Abu ‘Uwanah). Dalam hadiest lain diriwayatkan Abu Na’im dari Jabir bin Muth’im bahwasanya Rosulullooh s.a.w. mengatakan hal itu dalam sholat sunnat.
5. Alloohumma Robba Jibroo-iila wa Mikaa-iila wa Isroo-fiila, faa-thiros-samaawaati wal-ardho, ‘aalimal-ghoibi wasy-syahaadati, ang-ta tah-kumu baina’ibaadika fiimaa kaanuu fiihi yakh-talifuun. Ih-dinii limagh-talafa fiihi minal-haqqi bi-idz-nika, innaka tahdii mang-tasyaaa-u ilaa-shirootim-mustaqiim. (Ya Alloh, Tuhan Malaikat Jibril, Mika’il dan Isrofil, Pencipta Langit dan Bumi, Yang mengetahui Alam Ghoib dan Alam Nyata, Engkaulah Hakim di antara hamba-hamba-Mu di dalam hal-hal yang mereka perselisihkan. Tunjukkanlah kebenaran kepadaku di dalam apa yang mereka perselisihkan itu dengan idzin Engkau, karena sesungguhnya Engkau memberi petunjuk kepada siapa saja yang Engkau kehendaki kepada jalan yang lurus. (Muslim dan Abu ‘Uwanah).
6. Beliau s.a.w. mengucapkan takbir 10x; tahmid 10x; tasbih 10x; tahlil 10x dan ber-istighfar 10x.
Kemudian beliau bersabda :
Alloohummagh-firlii wah-dinii war-zuq-nii wa’aafinii 10x (Ya Alloh, ampunilah aku, berilah aku petunjuk, berilah aku rizki dan berilah aku kesehatan). Dan beliau s.a.w. mengucapkan : Alloohumma innii a’u-dzubika minadh-dhiiqi yaumal-hisaab 10x (Ya Alloh, sesungguhnya aku berlindung kepada Engkau dari kesempitan pada hari perhitungan). (Ahmad dan Ibnu Syaibah; Abu Dawud dan Ath-Thobroni —>sahih).
7. Alloohu akbar (3x) dzul-malakuuti wal-jabaruuti wal-kib-riyaa-i wal-a-zhomah.
(Alloh Maha Besar 3x, Yang Mempunyai Kerajaan yang Amat Besar, Kekuasaan, Kebesaran dan Keagungan). (Ath-Thoyalisi dan Abu Dawud —> sahih).
8. Wal-hamdulillaahi hamdan-ka-tsiiron thoy-yibam-mubaarokan-fiiih.
Do’a iftitah ini diucapkan oleh seorang laki-laki. Maka bersabdalah Rosulullooh s.a.w., Aku telah melihat dua belas malaikat bergegas-gegas kepadanya (do’a itu). (Muslim dan Abu ‘Uwanah).
9. Alloohumma lakal-hamdu, an-ta nuurus-samaawaati wal-ar-dhi waman-fiihinna, walakal-hamdu, ang-ta qoy-yumus-samaawaati wal-ar-dhi waman-fiihinna, walakal-hamdu, ang-tar- robbus- samaawaati wal-ar-dhi wamang-fiihinna, [walakal-hamdu, ang-ta mul-kus- samaawaati wal-ar-dhi wamang-fiihinna] *), walakal-hamdu, ang-tal-haqqu, wa wa’duka haqqun(w), wa qou-luka haqqun(w), wa liqoo-uka haqqun(w), wal-jannattu-haqun(w), wan-naaru haqqun(w), wassaa’atu haqqun(w), wannabiy-yuuna haqqun(w), wa muhammadun haqqun(w). Alloohumma laka aslamtu, wa’alaika tawak-kaltu, wa bika aaa-mang-tu, wa ilaika anab-tu, wa bika khoo-shom-tu, wa ilaika haakam-tu, ang-ta Robbunaa wa ilaikal-mashiiru, fagh-firlii maa qod-damtu, wamaa akh-khortu, wamaa as-rortu wamaa a’lang-tu, [wamaa ang-ta a'lamubihi minnii] *), ang-tal-mukaddimu wa ang-tal-mu-akh-khiru, ang-ta ilaahii laa ilaaha illaa ang-ta, walaa hawla walaa quw-wata illaa bika. *) tanda ini menunjukkan bahwa [...] dibaca dalam riwayat yang lain.
Ya Alloh segala puji bagi Engkau. Engkau adalah cahaya bagi langit dan bumi dan orang-orang yang ada di dalamnya. Dan segala puji bagi Engkau. Engkau penjaga dan pemelihara langit dan bumi serta orang-orang yang ada di dalamnya- [Dan segala puji bagi Engkau, Engkau raja langit dan bumi dan orang-orang yang ada di dalamnya]- Dan segala puji bagi Engkau, Engkau Maha Benar, janjiMu Benar, firmanMu benar, pertemuan denganMu adalah benar, surga itu benar, neraka itu benar, hari kiamat itu benar, para nabi itu benar dan Muhammad itu benar. Ya Allooh, kepadaMu aku berserah diri, kepadaMu aku bertawakkal, kepadaMu aku beriman, kepadaMu aku bertaubat, kepadaMu aku mengadukan perselisihanku dan kepadaMu aku memohon keputusan. Engkau Robb/Tuhan kami dan kepadaMu kami kembali. Maka, ampunilah dosa-dosaku, baik yang telah aku lakukan maupun yang belum aku lakukan, dan apa-apa yang aku sembunyikan dan apa-apa yang aku nyatakan. [Sesungguhnya Engkau lebih mengetahui tentang itu dari aku], Engkau yang dahulu dan Engkau yang terakhir, Engkau Tuhanku tidak ada Tuhan selain Engkau, tidak ada kekuatan selain daripada Engkau. Do’a ini dibaca Rosulullooh s.a.w. di dalam sholat lail. (Bukhori, Muslim, Abu ‘Uwanah, Abu Dawud, Ibnu Nashr dan Ad-Darimi).
10. Wajjahtu waj-hiya lillaa-dzii fathoros-samaawaati wal-ardho haniifam-muslimaw- wamaa ana minal-musy-rikiin. Innash-sholaatii wanusukii wamah-yaaya wamamaatii lillaahi robbil’aalamiin. Laa syarikalahuu wabi-dzaalika umirtu wa ana awwalul-muslimiin. [minal-muslimiin*].
Alloohumma an-tal-maliku laa ilaaha illaa ang-ta, sub-haanaka wabihamdika ang-ta robbii, wa ana ‘abduka zholamtu nafsi, wa’taroftu bi-dzam-bii fagh-firlii dzam-bii jamii’an innaahuu laa yagh-firudz-dzuunuba illaa ang-ta, wah-dinii li-ahsanil-akh-laaqi laa yahdii li-ahsanihaa illaa ang-ta, wash-rif’annii say-yi-ahaa laa yash-rifuu ‘annii say-yi-ahaa illaa ang-ta labbaika wasa’daika, wal-khoiru kulluhu fii yadaika, wal-basyaru laisa ilaika, wal mah-diyyu man hadaita, ana bika wa ilaika, laa mang-jaa walaa mal-ja-amin-ka illaa ilaika tabaarok-ta wata’aalaita astagh-firuka wa-atuubu ilaik. *) hadiest no.285 Bulughul Marom.
(Kuhadapkan wajahku kepada Zat yang menciptakan langit dan bumi, dengan keadaan lurus dan berserah diri, dan tidaklah aku termasuk orang-orang yang msyrik. Sesungguhnya sholatku, ibadahku, hidupku dan matiku, kuserahkan kepada Allah Robb semesta alam. Tidak ada sekutu bagiNya, demikianlah yang diperintahkan kepadaku. Dan aku adalah orang yang pertama-tama berserah diri (dari orang-orang yang berserah diri]. Ya Allah Engkau adalah Raja. Tidak ada Robb selain Engkau, Maha Suci Suci Engkau dan aku memujiMu. Engkau Robbku dan Aku hambaMu, aku telah menganiaya diriku sendiri dan aku mengakui dosaku, maka ampunilah seluruh dosaku, karena tidak ada yang mengampuni dosa-dosa selain daripada Engkau. Tunjukkanlah aku kepada akhlak yang terbaik, karena tidak ada yang menunjukkan kepadanya selain daripada Engkau, dan jauhkanlah aku dari yang buruknya, karena tidak ada yang menjauhkannya daripadaku selain daripada Engkau. Kusambut panggilan Engkau dan kuikuti perintahMu. Seluruh kebaikan itu ada padaMu dan kejahatan itu tidak berasal dariMu, dan orang yang mendapatkan hidayah adalah orang yang Engkau beri hidayah. Aku denganMu dan kepadaMu. Tidak ada keselamatan dan perlindungan dariMu, kecuali kepadaMu. Wahai Robb kami bertambah-tambahlah keberkahaanMu dan bertambah-tambah pulalah keluhuranMu. Aku memohon ampun dan bertaubat kepadaMu. Beliau s.a.w. mengucapkan do’a ini di dalam sholat fardhu dan sholat sunat. (Muslim, Abu ‘Uwanah, Abu Dawud, Nasa’i, Ibnu Hibba, Ahmad, Syafi’i, Thobrani). Didalam riwayat lain dikatakan bahwa bacaan ini dilakukan Rosulullooh s.a.w. dalam sholat malam (Muslim).
11. Sama dengan doa diatas sampai dengan kalimat : wa ana awwalul-muslimiin .
Beliau menambahnya dengan kalimat :
Alloohummah-dinii li-ahsanil-akhlaqi wa ahsanil-a’maali laayahdii li-ahsanihaa illaa ang-ta waqinii say-yi-al-akhlaqi wal-a’maali laa yaqii- sayyi-ahaa illaa ang-ta.
(Ya Allah tunjukkan aku kepada akhlak yang paling baik dan perbuatan yang paling baik, karena tidak ada yang menunjukkan kepadaku selain dari pada Engkau. Dan peliharalah aku dari akhlak-akhlak dan perbuatan-perbuatan yang buruk, karena tidak ada yang memeliharaku daripadanya selain daripada Engkau. (Nasa’i dan Daroqutni —> sahih).
Catatan 1.: walaupun dalam mengutip hadiest-hadiest di atas ada tertulis do’a yang ini di praktekkan dalam sholat sunnat/lail dan lainnya dalam sholat fardhu/wajib; tetapi tidak ditemukan adanya larangan untuk menerapkan hadiest-hadiest (do’a-do’a iftitah ini berlainan dengan shifat sholat dimana ia pertama kali bersumber. Apakah dengan demikian ia boleh diterapkan dalam semua sholat ? Walloohu a’lamu bish-showaab.
Catatan 2: di dalam kita membaca kisah-kisah tentang hadiest-hadiest ini terbaca ada beberapa sahabat yang berkreasi membuat sendiri do’a iftitah dan dibenarkan oleh Rasulullooh s.a.w. sehingga dapat menjadi pegangan bagi kita untuk boleh melafalkan do’a yang dibenarkan oleh Rasulullooh s.a.w. tsb.. Tentunya dengan keyakinan bahwa setelah Rosulullooh s.a.w. wafat, maka sudah tidak boleh dibuat lagi do’a iftitah yang baru.
Walloohu a’lamu bish-showaab.
Tidaklah sempurna sholat seseorang di antara manusia, sehingga ia bertakbir, memuji Allah dan memujaNya serta membaca apa yang mudah baginya dari ayat-ayat Al-Qur’an…. (Abu Dawud dan Al-Hakim dan disahihkan oleh Adz-Dzahabi).
Diantara macam-macam do’a iftitah yang dibaca Rasulullooh s.a.w. adalah :
(Lafal arabic ditulis berdasarkan CARA MEMBACA/BUNYI BACAAN mengikuti aturan /Tajwid dalam METODA IQRO-Indonesia: MOHON DIKOREKSI KESALAHAN-KESALAHANNYA)
1. Alloohumma baa’id-bainii wabaina kho-thoo-yaaya kamaa baa’adta bainal-masy-riqi walmagh-ribi. Alloohumma naq-qinii min kho-thooyaaya kamaa yung-qots-tsawbul-ab-yadhu minad-danasi. Alloohummagh-silnii min khothooyaaya bil-maa-i wats-tsalij walbarodi. Wakaana yaquuluhu fil-fardhi. (Ya Allah, jauhkanlah antara aku dan kesalahan-kesalahanku, sebagaimana Engkau menjauhkan antara Timur dan Barat. Ya Allah, sucikanlah aku dari kesalahan-kesalahanku, sebagaimana kain putih dibersihkan dari noda. Ya Allah, bersihkanlah aku dari kesalahan-kesalahanku dengan air, dengan salju dan embun. Do’a ini dibaca dalam sholat wajib. (Bukhori, Muslim dan Ibnu Abi Syaibah).
2. Sub-haanaka Alloohumma wabiham-dika watabaa-rokas-muka wata’aalaa jad-duka walaa ilaaha ghoi-ruka. (Ya Allooh, aku mensucikan Engkau, dan senantiasa memuji Engkau, nama Engkau selalu bertambah berkahnya dan keagunganMu selalu bertambah tinggi, dan tidak ada Tuhan selain dari pada Engkau. (Abu Dawud dan Hakim disahihkan oleh Adz-Dzahabi).
Dalam riwayat lain Rosulullooh s.a.w. bersabda, Sesungguhnya ucapan yang paling disukai oleh Allah adalah apabila seorang hamba mengucapkan : Sub-haanaka Alloohumma….. seterusnya sama dengan nomor 2. (Ibnu Mandah –> sahih; Nasa’i —>mauquf dan marfu’).
3. Sama dengan nomor 2. Dan di dalam sholat lail/malam, beliau s.a.w. menambahkan dengan :
Laaa ilaaha illalloohu (3x); Alloohu Akbaru kabiiroo (3x). Tidak ada illah selain Allah (3x), Allah Maha Besar lagi sempurna kebesaranNya (3x). (Abu Dawud dan Ath-Thohawi —> hasan).
4. Alloohu akbaru kabiiroo, wal-hamdu-lillaahi ka-tsiiroo, wasub-haanalloohi buk-rotaw-wa-ashiilaa. (Allooh Maha Besar lagi sempurna kebesaranNya, segala puji bagi Allah sebanyak-banyaknya dan Maha Suci Allah pagi dan petang hari). Seorang laki-laki di antara para sahabat mengucapkan do’a ini, lalu Rosulullooh s.a.w. bersabda, “Aku kagum dengannya dan dibukanya pintu-pintu langit dengannya. (Muslim dan Abu ‘Uwanah). Dalam hadiest lain diriwayatkan Abu Na’im dari Jabir bin Muth’im bahwasanya Rosulullooh s.a.w. mengatakan hal itu dalam sholat sunnat.
5. Alloohumma Robba Jibroo-iila wa Mikaa-iila wa Isroo-fiila, faa-thiros-samaawaati wal-ardho, ‘aalimal-ghoibi wasy-syahaadati, ang-ta tah-kumu baina’ibaadika fiimaa kaanuu fiihi yakh-talifuun. Ih-dinii limagh-talafa fiihi minal-haqqi bi-idz-nika, innaka tahdii mang-tasyaaa-u ilaa-shirootim-mustaqiim. (Ya Alloh, Tuhan Malaikat Jibril, Mika’il dan Isrofil, Pencipta Langit dan Bumi, Yang mengetahui Alam Ghoib dan Alam Nyata, Engkaulah Hakim di antara hamba-hamba-Mu di dalam hal-hal yang mereka perselisihkan. Tunjukkanlah kebenaran kepadaku di dalam apa yang mereka perselisihkan itu dengan idzin Engkau, karena sesungguhnya Engkau memberi petunjuk kepada siapa saja yang Engkau kehendaki kepada jalan yang lurus. (Muslim dan Abu ‘Uwanah).
6. Beliau s.a.w. mengucapkan takbir 10x; tahmid 10x; tasbih 10x; tahlil 10x dan ber-istighfar 10x.
Kemudian beliau bersabda :
Alloohummagh-firlii wah-dinii war-zuq-nii wa’aafinii 10x (Ya Alloh, ampunilah aku, berilah aku petunjuk, berilah aku rizki dan berilah aku kesehatan). Dan beliau s.a.w. mengucapkan : Alloohumma innii a’u-dzubika minadh-dhiiqi yaumal-hisaab 10x (Ya Alloh, sesungguhnya aku berlindung kepada Engkau dari kesempitan pada hari perhitungan). (Ahmad dan Ibnu Syaibah; Abu Dawud dan Ath-Thobroni —>sahih).
7. Alloohu akbar (3x) dzul-malakuuti wal-jabaruuti wal-kib-riyaa-i wal-a-zhomah.
(Alloh Maha Besar 3x, Yang Mempunyai Kerajaan yang Amat Besar, Kekuasaan, Kebesaran dan Keagungan). (Ath-Thoyalisi dan Abu Dawud —> sahih).
8. Wal-hamdulillaahi hamdan-ka-tsiiron thoy-yibam-mubaarokan-fiiih.
Do’a iftitah ini diucapkan oleh seorang laki-laki. Maka bersabdalah Rosulullooh s.a.w., Aku telah melihat dua belas malaikat bergegas-gegas kepadanya (do’a itu). (Muslim dan Abu ‘Uwanah).
9. Alloohumma lakal-hamdu, an-ta nuurus-samaawaati wal-ar-dhi waman-fiihinna, walakal-hamdu, ang-ta qoy-yumus-samaawaati wal-ar-dhi waman-fiihinna, walakal-hamdu, ang-tar- robbus- samaawaati wal-ar-dhi wamang-fiihinna, [walakal-hamdu, ang-ta mul-kus- samaawaati wal-ar-dhi wamang-fiihinna] *), walakal-hamdu, ang-tal-haqqu, wa wa’duka haqqun(w), wa qou-luka haqqun(w), wa liqoo-uka haqqun(w), wal-jannattu-haqun(w), wan-naaru haqqun(w), wassaa’atu haqqun(w), wannabiy-yuuna haqqun(w), wa muhammadun haqqun(w). Alloohumma laka aslamtu, wa’alaika tawak-kaltu, wa bika aaa-mang-tu, wa ilaika anab-tu, wa bika khoo-shom-tu, wa ilaika haakam-tu, ang-ta Robbunaa wa ilaikal-mashiiru, fagh-firlii maa qod-damtu, wamaa akh-khortu, wamaa as-rortu wamaa a’lang-tu, [wamaa ang-ta a'lamubihi minnii] *), ang-tal-mukaddimu wa ang-tal-mu-akh-khiru, ang-ta ilaahii laa ilaaha illaa ang-ta, walaa hawla walaa quw-wata illaa bika. *) tanda ini menunjukkan bahwa [...] dibaca dalam riwayat yang lain.
Ya Alloh segala puji bagi Engkau. Engkau adalah cahaya bagi langit dan bumi dan orang-orang yang ada di dalamnya. Dan segala puji bagi Engkau. Engkau penjaga dan pemelihara langit dan bumi serta orang-orang yang ada di dalamnya- [Dan segala puji bagi Engkau, Engkau raja langit dan bumi dan orang-orang yang ada di dalamnya]- Dan segala puji bagi Engkau, Engkau Maha Benar, janjiMu Benar, firmanMu benar, pertemuan denganMu adalah benar, surga itu benar, neraka itu benar, hari kiamat itu benar, para nabi itu benar dan Muhammad itu benar. Ya Allooh, kepadaMu aku berserah diri, kepadaMu aku bertawakkal, kepadaMu aku beriman, kepadaMu aku bertaubat, kepadaMu aku mengadukan perselisihanku dan kepadaMu aku memohon keputusan. Engkau Robb/Tuhan kami dan kepadaMu kami kembali. Maka, ampunilah dosa-dosaku, baik yang telah aku lakukan maupun yang belum aku lakukan, dan apa-apa yang aku sembunyikan dan apa-apa yang aku nyatakan. [Sesungguhnya Engkau lebih mengetahui tentang itu dari aku], Engkau yang dahulu dan Engkau yang terakhir, Engkau Tuhanku tidak ada Tuhan selain Engkau, tidak ada kekuatan selain daripada Engkau. Do’a ini dibaca Rosulullooh s.a.w. di dalam sholat lail. (Bukhori, Muslim, Abu ‘Uwanah, Abu Dawud, Ibnu Nashr dan Ad-Darimi).
10. Wajjahtu waj-hiya lillaa-dzii fathoros-samaawaati wal-ardho haniifam-muslimaw- wamaa ana minal-musy-rikiin. Innash-sholaatii wanusukii wamah-yaaya wamamaatii lillaahi robbil’aalamiin. Laa syarikalahuu wabi-dzaalika umirtu wa ana awwalul-muslimiin. [minal-muslimiin*].
Alloohumma an-tal-maliku laa ilaaha illaa ang-ta, sub-haanaka wabihamdika ang-ta robbii, wa ana ‘abduka zholamtu nafsi, wa’taroftu bi-dzam-bii fagh-firlii dzam-bii jamii’an innaahuu laa yagh-firudz-dzuunuba illaa ang-ta, wah-dinii li-ahsanil-akh-laaqi laa yahdii li-ahsanihaa illaa ang-ta, wash-rif’annii say-yi-ahaa laa yash-rifuu ‘annii say-yi-ahaa illaa ang-ta labbaika wasa’daika, wal-khoiru kulluhu fii yadaika, wal-basyaru laisa ilaika, wal mah-diyyu man hadaita, ana bika wa ilaika, laa mang-jaa walaa mal-ja-amin-ka illaa ilaika tabaarok-ta wata’aalaita astagh-firuka wa-atuubu ilaik. *) hadiest no.285 Bulughul Marom.
(Kuhadapkan wajahku kepada Zat yang menciptakan langit dan bumi, dengan keadaan lurus dan berserah diri, dan tidaklah aku termasuk orang-orang yang msyrik. Sesungguhnya sholatku, ibadahku, hidupku dan matiku, kuserahkan kepada Allah Robb semesta alam. Tidak ada sekutu bagiNya, demikianlah yang diperintahkan kepadaku. Dan aku adalah orang yang pertama-tama berserah diri (dari orang-orang yang berserah diri]. Ya Allah Engkau adalah Raja. Tidak ada Robb selain Engkau, Maha Suci Suci Engkau dan aku memujiMu. Engkau Robbku dan Aku hambaMu, aku telah menganiaya diriku sendiri dan aku mengakui dosaku, maka ampunilah seluruh dosaku, karena tidak ada yang mengampuni dosa-dosa selain daripada Engkau. Tunjukkanlah aku kepada akhlak yang terbaik, karena tidak ada yang menunjukkan kepadanya selain daripada Engkau, dan jauhkanlah aku dari yang buruknya, karena tidak ada yang menjauhkannya daripadaku selain daripada Engkau. Kusambut panggilan Engkau dan kuikuti perintahMu. Seluruh kebaikan itu ada padaMu dan kejahatan itu tidak berasal dariMu, dan orang yang mendapatkan hidayah adalah orang yang Engkau beri hidayah. Aku denganMu dan kepadaMu. Tidak ada keselamatan dan perlindungan dariMu, kecuali kepadaMu. Wahai Robb kami bertambah-tambahlah keberkahaanMu dan bertambah-tambah pulalah keluhuranMu. Aku memohon ampun dan bertaubat kepadaMu. Beliau s.a.w. mengucapkan do’a ini di dalam sholat fardhu dan sholat sunat. (Muslim, Abu ‘Uwanah, Abu Dawud, Nasa’i, Ibnu Hibba, Ahmad, Syafi’i, Thobrani). Didalam riwayat lain dikatakan bahwa bacaan ini dilakukan Rosulullooh s.a.w. dalam sholat malam (Muslim).
11. Sama dengan doa diatas sampai dengan kalimat : wa ana awwalul-muslimiin .
Beliau menambahnya dengan kalimat :
Alloohummah-dinii li-ahsanil-akhlaqi wa ahsanil-a’maali laayahdii li-ahsanihaa illaa ang-ta waqinii say-yi-al-akhlaqi wal-a’maali laa yaqii- sayyi-ahaa illaa ang-ta.
(Ya Allah tunjukkan aku kepada akhlak yang paling baik dan perbuatan yang paling baik, karena tidak ada yang menunjukkan kepadaku selain dari pada Engkau. Dan peliharalah aku dari akhlak-akhlak dan perbuatan-perbuatan yang buruk, karena tidak ada yang memeliharaku daripadanya selain daripada Engkau. (Nasa’i dan Daroqutni —> sahih).
Catatan 1.: walaupun dalam mengutip hadiest-hadiest di atas ada tertulis do’a yang ini di praktekkan dalam sholat sunnat/lail dan lainnya dalam sholat fardhu/wajib; tetapi tidak ditemukan adanya larangan untuk menerapkan hadiest-hadiest (do’a-do’a iftitah ini berlainan dengan shifat sholat dimana ia pertama kali bersumber. Apakah dengan demikian ia boleh diterapkan dalam semua sholat ? Walloohu a’lamu bish-showaab.
Catatan 2: di dalam kita membaca kisah-kisah tentang hadiest-hadiest ini terbaca ada beberapa sahabat yang berkreasi membuat sendiri do’a iftitah dan dibenarkan oleh Rasulullooh s.a.w. sehingga dapat menjadi pegangan bagi kita untuk boleh melafalkan do’a yang dibenarkan oleh Rasulullooh s.a.w. tsb.. Tentunya dengan keyakinan bahwa setelah Rosulullooh s.a.w. wafat, maka sudah tidak boleh dibuat lagi do’a iftitah yang baru.
Walloohu a’lamu bish-showaab.
Tujuh golongan yang akan mendapat naungan dari Allah SWT
Tujuh golongan yang akan mendapat naungan dari Allah SWT di hari dimana tidak ada naungan kecuali naungan-Nya
1. Pemimpin yang adil
2. Pemuda yang senantiasa beribadah kepada Allah semasa hidupnya
3. Orang yang hatinya berpaut ke masjid
4. Dua orang yang saling mengasihi karena Allah, dan keduanya berkumpul dan berpisah karena Allah
5. Seorang laki-laki yang diundang oleh seorang perempuan yang mempunyai kedudukan dan rupa yang cantik untuk melakukan kejahatan tetapi dia berkata "Aku Takut Kepada Allah"
6. Seseorang yang memberi sedekah tetapi merahasiakannya seolah-olah tangan kiri tidak tahu apa yang diberikan oleh tangan kanan
7. Seseorang yang mengingat Allah di waktu sunyi sehingga ia mengalirkan air mata dari kedua matanya.
1. Pemimpin yang adil
2. Pemuda yang senantiasa beribadah kepada Allah semasa hidupnya
3. Orang yang hatinya berpaut ke masjid
4. Dua orang yang saling mengasihi karena Allah, dan keduanya berkumpul dan berpisah karena Allah
5. Seorang laki-laki yang diundang oleh seorang perempuan yang mempunyai kedudukan dan rupa yang cantik untuk melakukan kejahatan tetapi dia berkata "Aku Takut Kepada Allah"
6. Seseorang yang memberi sedekah tetapi merahasiakannya seolah-olah tangan kiri tidak tahu apa yang diberikan oleh tangan kanan
7. Seseorang yang mengingat Allah di waktu sunyi sehingga ia mengalirkan air mata dari kedua matanya.
Tata Cara Shalat Fardlu
DOA IFTITAH
ALLAAHU AKBARU KABIIRAA WAL HAMDU LILLAAHI KATSIIRAA WASUBHAANALLAAHI BUKRATAW WAASHIILAA.
Allah Maha Besar, Maha Sempurna Kebesaran-Nya. Segala Puji Bagi Allah, Pujian Yang Sebanyak-Banyaknya. Dan Maha Suci Allah Sepanjang Pagi Dan Petang.
INNII WAJJAHTU WAJHIYA LILLADZII FATHARAS SAMAAWAATI WAL ARDHA HANIIFAM MUSLIMAW WAMAA ANA MINAL MUSYRIKIIN.
Kuhadapkan Wajahku Kepada Zat Yang Telah Menciptakan Langit Dan Bumi Dengan Penuh Ketulusan Dan Kepasrahan Dan Aku Bukanlah Termasuk Orang-Orang Yang Musyrik.
INNA SHALAATII WANUSUKII WAMAHYAAYA WAMAMAATII LILLAAHIRABBIL ‘AALAMIIN.
Sesungguhnya Sahalatku, Ibadahku, Hidupku Dan Matiku Semuanya Untuk Allah, Penguasa Alam Semesta.
LAA SYARIIKA LAHUU WA BIDZAALIKA UMIRTU WA ANA MINAL MUSLIMIIN.
Tidak Ada Sekutu Bagi-Nya Dan Dengan Demikianlah Aku Diperintahkan Dan Aku Termasuk Orang-Orang Islam.
AL-FATIHAH
BISMILLAAHIR RAHMAANIR RAHIIM.
Dengan Nama Allah Yang Maha Pengasih Lagi Maha Penyayang.
AL HAMDU LILLAAHI RABBIL ‘AALAMIIN.
Segala Puji Bagi Allah, Tuhan Semesta Alam.
ARRAHMAANIR RAHIIM.
Yang Maha Pengasih Lagi Maha Penyayang.
MAALIKIYAUMIDDIIN.
Penguasa Hari Pembalasan.
IYYAAKA NA’BUDU WAIYYAAKA NASTA’IINU.
Hanya Kepada-Mu lah Aku Menyembah Dan Hanya Kepada-Mu lah Aku Memohon Pertolongan.
IHDINASH SHIRAATHAL MUSTAQIIM.
Tunjukilah Kami Jalan Yang Lurus.
SHIRAATHAL LADZIINA AN’AMTA ‘ALAIHIM GHAIRIL MAGHDHUUBI ‘ALAIHIM WALADHDHAALLIIN. AAMIIN.
Yaitu Jalannya Orang-Orang Yang Telah Kau Berikan Nikmat, Bukan Jalannya Orang-Orang Yang Kau Murkai Dan Bukan Pula Jalannya Orang-Orang Yang Sesat.
R U K U’
SUBHAANA RABBIYAL ‘ADZIIMI WA BIHAMDIH. - 3 x
Maha Suci Tuhanku Yang Maha Agung Dan Dengan Memuji-Nya.
I’TIDAL
SAMI’ALLAAHU LIMAN HAMIDAH.
Semoga Allah Mendengar ( Menerima ) Pujian Orang Yang Memuji-Nya ( Dan Membalasnya ).
RABBANAA LAKAL HAMDU MIL’US SAMAAWATI WA MIL ‘ULARDHI WA MIL ‘UMAASYI’TA MIN SYAI’IN BA’DU.
Wahai Tuhan Kami ! Hanya Untuk-Mu lah Segala Puji, Sepenuh Langit Dan Bumi Dan Sepenuh Barang Yang Kau Kehendaki Sesudahnya.
SUJUD
SUBHAANA RABBIYAL A‘LAA WA BIHAMDIH. - 3 x
Maha Suci Tuhanku Yang Maha Tinggi Dan Dengan Memuji-Nya.
DUDUK DIANTARA DUA SUJUD
RABBIGHFIRLII WARHAMNII WAJBURNII WARFA’NII WARZUQNII WAHDINII WA’AAFINII WA’FU ‘ANNII.
Ya Tuhanku ! Ampunilah Aku, Kasihanilah Aku, Cukupkanlah ( Kekurangan )-Ku, Angkatlah ( Derajat )-Ku, Berilah Aku Rezki, Berilah Aku Petunjuk, Berilah Aku Kesehatan Dan Maafkanlah ( Kesalahan )-Ku.
TASYAHUD AWAL
ATTAHIYYAATUL MUBAARAKAATUSH SHALAWATUTH THAYYIBAATU LILLAAH.
Segala Kehormatan, Keberkahan, Rahmat Dan Kebaikan Adalah Milik Allah.
ASSALAAMU ‘ALAIKA AYYUHAN NABIYYU WARAHMATULLAAHI WABARAKAATUH.
Semoga Keselamatan, Rahmat Allah Dan Berkah-Nya ( Tetap Tercurahkan ) Atas Mu, Wahai Nabi.
ASSALAAMU ‘ALAINAA WA ‘ALAA ‘IBADADILLAAHISH SHAALIHIIN.
Semoga Keselamatan ( Tetap Terlimpahkan ) Atas Kami Dan Atas Hamba-Hamba Allah Yang Saleh.
ASYHADU ALLAA ILAAHA ILLALLAAH. WA ASYHADU ANNA MUHAMMADAR RASUULULLAAH.
Aku Bersaksi Bahwa Tidak Ada Tuhan Selain Allah. Dan Aku Bersaksi Bahwa Muhammad Adalah Utusan Allah.
ALLAAHUMMA SHALLI ‘ALAA SAYYIDINAA MUHAMMAD.
Wahai Allah ! Limpahkanlah Rahmat Kepada Penghulu Kami, Nabi Muhammad !.
TASYAHUD AKHIR
ATTAHIYYAATUL MUBAARAKAATUSH SHALAWATUTH THAYYIBAATU LILLAAH.
Segala Kehormatan, Keberkahan, Rahmat Dan Kebaikan Adalah Milik Allah.
ASSALAAMU ‘ALAIKA AYYUHAN NABIYYU WARAHMATULLAAHI WABARAKAATUH.
Semoga Keselamatan, Rahmat Allah Dan Berkah-Nya ( Tetap Tercurahkan ) Atas Mu, Wahai Nabi.
ASSALAAMU ‘ALAINAA WA ‘ALAA ‘IBADADILLAAHISH SHAALIHIIN.
Semoga Keselamatan ( Tetap Terlimpahkan ) Atas Kami Dan Atas Hamba-Hamba Allah Yang Saleh.
ASYHADU ALLAA ILAAHA ILLALLAAH. WA ASYHADU ANNA MUHAMMADAR RASUULULLAAH.
Aku Bersaksi Bahwa Tidak Ada Tuhan Selain Allah. Dan Aku Bersaksi Bahwa Muhammad Adalah Utusan Allah.
ALLAAHUMMA SHALLI ‘ALAA SAYYIDINAA MUHAMMAD ( tasyahud awal ) WA ‘ALAA AALI SAYYIDINAA MUHAMMAD.
Wahai Allah ! Limpahkanlah Rahmat Kepada Penghulu Kami, Nabi Muhammad Dan Kepada Keluarga Penghulu Kami Nabi Muhammad.
KAMAA SHALLAITAA ‘ALAA SAYYIDINAA IBRAAHIIM WA ‘ALAA AALI SAYYIDINAA IBRAAHIIM.
Sebagaimana Telah Engkau Limpahkan Rahmat Kepada Penghulu Kami, Nabi Ibrahim Dan Kepada Keluarganya.
WA BAARIK ‘ALAA SAYYIDINAA MUHAMMAD WA ‘ALAA AALI SAYYIDINAA MUHAMMAD.
Dan Limpahkanlah Berkah Kepada Penghulu Kami, Nabi Muhammad Dan Kepada Keluarganya.
KAMAA BAARAKTA ‘ALAA SAYYIDINAA IBRAAHIIM WA ‘ALAA AALI SAYYIDINAA IBRAAHIIM.
Sebagaimana Telah Engkau Limpahkan Berkah Kepada Penghulu Kami, Nabi Ibrahim Dan Kepada Keluarganya.
FIL ‘AALAMIINA INNAKA HAMIIDUMMAJIID. YAA MUQALLIBAL QULUUB. TSABBIT QALBII ‘ALAA DIINIK.
Sungguh Di Alam Semesta Ini, Engkau Maha Terpuji Lagi Maha Mulia. Wahai Zat Yang Menggerakkan Hati. Tetapkanlah Hatiku Pada Agama-Mu.
ALLAAHU AKBARU KABIIRAA WAL HAMDU LILLAAHI KATSIIRAA WASUBHAANALLAAHI BUKRATAW WAASHIILAA.
Allah Maha Besar, Maha Sempurna Kebesaran-Nya. Segala Puji Bagi Allah, Pujian Yang Sebanyak-Banyaknya. Dan Maha Suci Allah Sepanjang Pagi Dan Petang.
INNII WAJJAHTU WAJHIYA LILLADZII FATHARAS SAMAAWAATI WAL ARDHA HANIIFAM MUSLIMAW WAMAA ANA MINAL MUSYRIKIIN.
Kuhadapkan Wajahku Kepada Zat Yang Telah Menciptakan Langit Dan Bumi Dengan Penuh Ketulusan Dan Kepasrahan Dan Aku Bukanlah Termasuk Orang-Orang Yang Musyrik.
INNA SHALAATII WANUSUKII WAMAHYAAYA WAMAMAATII LILLAAHIRABBIL ‘AALAMIIN.
Sesungguhnya Sahalatku, Ibadahku, Hidupku Dan Matiku Semuanya Untuk Allah, Penguasa Alam Semesta.
LAA SYARIIKA LAHUU WA BIDZAALIKA UMIRTU WA ANA MINAL MUSLIMIIN.
Tidak Ada Sekutu Bagi-Nya Dan Dengan Demikianlah Aku Diperintahkan Dan Aku Termasuk Orang-Orang Islam.
AL-FATIHAH
BISMILLAAHIR RAHMAANIR RAHIIM.
Dengan Nama Allah Yang Maha Pengasih Lagi Maha Penyayang.
AL HAMDU LILLAAHI RABBIL ‘AALAMIIN.
Segala Puji Bagi Allah, Tuhan Semesta Alam.
ARRAHMAANIR RAHIIM.
Yang Maha Pengasih Lagi Maha Penyayang.
MAALIKIYAUMIDDIIN.
Penguasa Hari Pembalasan.
IYYAAKA NA’BUDU WAIYYAAKA NASTA’IINU.
Hanya Kepada-Mu lah Aku Menyembah Dan Hanya Kepada-Mu lah Aku Memohon Pertolongan.
IHDINASH SHIRAATHAL MUSTAQIIM.
Tunjukilah Kami Jalan Yang Lurus.
SHIRAATHAL LADZIINA AN’AMTA ‘ALAIHIM GHAIRIL MAGHDHUUBI ‘ALAIHIM WALADHDHAALLIIN. AAMIIN.
Yaitu Jalannya Orang-Orang Yang Telah Kau Berikan Nikmat, Bukan Jalannya Orang-Orang Yang Kau Murkai Dan Bukan Pula Jalannya Orang-Orang Yang Sesat.
R U K U’
SUBHAANA RABBIYAL ‘ADZIIMI WA BIHAMDIH. - 3 x
Maha Suci Tuhanku Yang Maha Agung Dan Dengan Memuji-Nya.
I’TIDAL
SAMI’ALLAAHU LIMAN HAMIDAH.
Semoga Allah Mendengar ( Menerima ) Pujian Orang Yang Memuji-Nya ( Dan Membalasnya ).
RABBANAA LAKAL HAMDU MIL’US SAMAAWATI WA MIL ‘ULARDHI WA MIL ‘UMAASYI’TA MIN SYAI’IN BA’DU.
Wahai Tuhan Kami ! Hanya Untuk-Mu lah Segala Puji, Sepenuh Langit Dan Bumi Dan Sepenuh Barang Yang Kau Kehendaki Sesudahnya.
SUJUD
SUBHAANA RABBIYAL A‘LAA WA BIHAMDIH. - 3 x
Maha Suci Tuhanku Yang Maha Tinggi Dan Dengan Memuji-Nya.
DUDUK DIANTARA DUA SUJUD
RABBIGHFIRLII WARHAMNII WAJBURNII WARFA’NII WARZUQNII WAHDINII WA’AAFINII WA’FU ‘ANNII.
Ya Tuhanku ! Ampunilah Aku, Kasihanilah Aku, Cukupkanlah ( Kekurangan )-Ku, Angkatlah ( Derajat )-Ku, Berilah Aku Rezki, Berilah Aku Petunjuk, Berilah Aku Kesehatan Dan Maafkanlah ( Kesalahan )-Ku.
TASYAHUD AWAL
ATTAHIYYAATUL MUBAARAKAATUSH SHALAWATUTH THAYYIBAATU LILLAAH.
Segala Kehormatan, Keberkahan, Rahmat Dan Kebaikan Adalah Milik Allah.
ASSALAAMU ‘ALAIKA AYYUHAN NABIYYU WARAHMATULLAAHI WABARAKAATUH.
Semoga Keselamatan, Rahmat Allah Dan Berkah-Nya ( Tetap Tercurahkan ) Atas Mu, Wahai Nabi.
ASSALAAMU ‘ALAINAA WA ‘ALAA ‘IBADADILLAAHISH SHAALIHIIN.
Semoga Keselamatan ( Tetap Terlimpahkan ) Atas Kami Dan Atas Hamba-Hamba Allah Yang Saleh.
ASYHADU ALLAA ILAAHA ILLALLAAH. WA ASYHADU ANNA MUHAMMADAR RASUULULLAAH.
Aku Bersaksi Bahwa Tidak Ada Tuhan Selain Allah. Dan Aku Bersaksi Bahwa Muhammad Adalah Utusan Allah.
ALLAAHUMMA SHALLI ‘ALAA SAYYIDINAA MUHAMMAD.
Wahai Allah ! Limpahkanlah Rahmat Kepada Penghulu Kami, Nabi Muhammad !.
TASYAHUD AKHIR
ATTAHIYYAATUL MUBAARAKAATUSH SHALAWATUTH THAYYIBAATU LILLAAH.
Segala Kehormatan, Keberkahan, Rahmat Dan Kebaikan Adalah Milik Allah.
ASSALAAMU ‘ALAIKA AYYUHAN NABIYYU WARAHMATULLAAHI WABARAKAATUH.
Semoga Keselamatan, Rahmat Allah Dan Berkah-Nya ( Tetap Tercurahkan ) Atas Mu, Wahai Nabi.
ASSALAAMU ‘ALAINAA WA ‘ALAA ‘IBADADILLAAHISH SHAALIHIIN.
Semoga Keselamatan ( Tetap Terlimpahkan ) Atas Kami Dan Atas Hamba-Hamba Allah Yang Saleh.
ASYHADU ALLAA ILAAHA ILLALLAAH. WA ASYHADU ANNA MUHAMMADAR RASUULULLAAH.
Aku Bersaksi Bahwa Tidak Ada Tuhan Selain Allah. Dan Aku Bersaksi Bahwa Muhammad Adalah Utusan Allah.
ALLAAHUMMA SHALLI ‘ALAA SAYYIDINAA MUHAMMAD ( tasyahud awal ) WA ‘ALAA AALI SAYYIDINAA MUHAMMAD.
Wahai Allah ! Limpahkanlah Rahmat Kepada Penghulu Kami, Nabi Muhammad Dan Kepada Keluarga Penghulu Kami Nabi Muhammad.
KAMAA SHALLAITAA ‘ALAA SAYYIDINAA IBRAAHIIM WA ‘ALAA AALI SAYYIDINAA IBRAAHIIM.
Sebagaimana Telah Engkau Limpahkan Rahmat Kepada Penghulu Kami, Nabi Ibrahim Dan Kepada Keluarganya.
WA BAARIK ‘ALAA SAYYIDINAA MUHAMMAD WA ‘ALAA AALI SAYYIDINAA MUHAMMAD.
Dan Limpahkanlah Berkah Kepada Penghulu Kami, Nabi Muhammad Dan Kepada Keluarganya.
KAMAA BAARAKTA ‘ALAA SAYYIDINAA IBRAAHIIM WA ‘ALAA AALI SAYYIDINAA IBRAAHIIM.
Sebagaimana Telah Engkau Limpahkan Berkah Kepada Penghulu Kami, Nabi Ibrahim Dan Kepada Keluarganya.
FIL ‘AALAMIINA INNAKA HAMIIDUMMAJIID. YAA MUQALLIBAL QULUUB. TSABBIT QALBII ‘ALAA DIINIK.
Sungguh Di Alam Semesta Ini, Engkau Maha Terpuji Lagi Maha Mulia. Wahai Zat Yang Menggerakkan Hati. Tetapkanlah Hatiku Pada Agama-Mu.
Langganan:
Postingan (Atom)




